A Nur Rahmah's blog

simple thing from simple life
04 2nd, 2011

Konsumen

Konsumen ada dua macam yaitu konsumen individu dan konsumen organisasi. Konsumen Individu adalah konsumen yang membeli barang dan jasa untuk digunakan sendiri atau sebagai hadiah untuk teman maupun saudara. Konsumen individu sering disebut juga sebagai konsumen akhir atau pemakai akhir. Konsumen organisasi adalah konsumen yang membeli produk, peralatan, dan jasa-jasa lainnya untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasinya. Konsumen organisasi meliputi organisasi bisnis, yayasan, lembaga sosial, kantor pemerintah, dan lembaga lainnya di mana mereka harus membeli produk peralatan dan jasa lainnya untuk menjalankan seluruh kegiatan organisasinya.

Perilaku Konsumen

Engel, Blackwell dan Miniard (1993) : Tindakan yang langsung terlibat dalam mendapatkan, mengkonsumsi, dan menghabiskan produk dan jasa, termasuk proses keputusan yang mendahului dan mengikuti tindakan ini.”

perilaku konsumen adalah semua kegiatan, tindakan, serta proses psikologis yang mendorong tindakan seseorang sebelum membeli, ketika membeli, menggunakan, menghabiskan produk dan jasa setelah melakukan hal-hal tersebut di atas atau kegiatan mengevaluasi.

Mengapa penting mempelajari perilakuk konsumen?

  • Untuk pemasaran

Produsen yang mengerti perilaku konsumen akan mampu memperkirakan bagaimana kecenderungan konsumen untuk bereaksi terhadap informasi yang diterimanya sehingga mereka dapat menyusun strategi pemasaran yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.

  • Untuk pendidikan dan perlindungan konsumen

Dalam hal ini adalah lembaga pendidikan atau lembaga sosial dimana ditempat ini konsumen dapat mengindentifikasikan adanya penipuan atau kecurangan dalam transaksi dengan produsen atau toko dengan memiliki informasi yang cukup.

  • Untuk Perumusan Kebijakan Masyarakat dan UU perlindungan Konsumen

Pemerintah berkewajiban untuk mempengaruhi pilihan konsumen melalui pelarangan terhadap praktik-praktik bisnis yang merugikan konsumen, dan pemerintah berwenang untuk memeriksa pabrik makanan dan memberikan penilaian apakah produk yang dihasilkan tersebut telah memenuhi persyaratan sehingga menjamin keamanan pangan.

Model Keputusan Konsumen

Proses keputusan konsumen dalam membeli atau menkonsumsi produk dan jasa akan dipengaruhi oleh tiga faktor utama, yaitu:

  1. Kegiatan pemasaran yang dilakukan oleh produsen dan lembaga lainnya
  2. Faktor perbedaan individu konsumen
  3. Faktor lingkungan konsumen

Proses keputusan konsumen akan terdiri atas tahap pengenalan kebutuhan, pencarian informasi, evaluasi alternatif, pembelian, dan kepuasan konsumen. Pemahaman terhadap faktor-faktor yang mempengaruhi keputusan konsumen akan memberikan pengetahuan kepada pemasar bagaimana menyusun strategi dan komunikasi pemasaran yang lebih baik.

Summarized by A Nur Rahmah Kurnia Sari (Community Nutrition, Human Ecology Faculty, Bogor Agriculture University, Bogor, West Java, Indonesia)

Based On Ujang Sumarwan.2003. Perilaku Konsumen (Consumen Behavior : Theory and application Marketing) www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id



03 30th, 2011

Pengolah informasi terjadi ketika konsumen menerima input dalam bentuk stimulus yang dapat berbentuk merek, kemasan, iklan, atauapun nama produk.

Menurut Gibson, persepsi adalah proses dari seseorang dalam memahami lingkungannya yang melibatkan pengorganisasian dan penafsiran sebagai rangsangan dari suatu pengalaman psikologi. Peranannya yaitu menerima rangsangan, mengatur, dan menerjemahkan atau mengidentifikasikan rangsangan yang telah teratur untuk mempengaruhi perilaku dan membentuk sikap.

Tahapan pengolahan informasi yaitu

Pemaparan suatu produk akan menyebabkan konsumen menyadari stimulus yang diberikan oleh produsen melakui panca indra mereka, kemudian mereka mulai memberikan perhatian terhadap stimulus tersebut. Perhatian dapat diartikan sebagai kapasitas pengolahan yang dialokasikan konsumen terhadap stimulus yang mereka terima. Perhatian ini bergantung pada keterlibatan konsumen terhadapa stimulus yang diperoleh. Setelah itu, konsumen mula memahami dan menginterpretasikan stimulus yang diberikan. Pemahaman yang dilakukan kemudian membuat konsumen menerima stimulus. Penerimaan dapat diartikan sebagai dampak persuasif stimulus kepada konsumen. Tahap terakhir yaitu retansi yaitu mengalihan makna stimulus dan persuasi ke ingatan jangka panjang konsumen.

Ada beberapa faktor yang mempengaruhi pengolahan informasi konsumen yaitu persepsi yang berbeda tiap konsumen, keterlibatan dimana dibutuhkan keterlibatan yang tinggi untuk mencari informasi yang sebanyak-banyaknya terhadap suatu produk, dan memori dimana setiap orang memiliki kapasitas memori yang berbeda satu sama lain. Selain itu, ada beberapa faktor yang memepengaruhi persepsi seseorang terhadap suatu stimulus yaitu fakor internal dan faktor eksternal. Faktor internal antara lain kapasitas memori, pengalaman, keyakinan, keinginan, kemampuan sensori dan kemampuan komprehensif. Faktoe eksternal yaitu warna, format, kontras, lokasi, intensitas dan ukuran produk ataupun iklan.

Menurut Gibson ada beberapa hal yang memperngaruhi persepsi yaitu steriotipe, selektivitas, konsep diri, keadaan, kebutuhan, dan emosi. Kesemuanya ini mempengaruhi tanggapan konsumen dan membentuk hasil yang akan dihasilkan. Persepsi bawah sadar mengacu kepada keberadaan stimulus bawah sadar yang mencoba mempengaruhi perilaku dan perasaan konsumen. Persepsi bawah sadar ini dipengaruhi oleh ambang absolut dan perbedaaan ambang setiap orang. Ambang absolut adalah jumlah minimum intensitas yang ditentukan oleh konsumen agar ia dapat merasakan sensasi. Perbadaan ambang adalah batas perbedaan terkecil yang dimiliko oleh produk yang mirip.

Adaptasi konsumen yaitu jumlah dan tingkat stimulus yang dapat dirasakan oleh konsumen. Dipengaruhi oleh faktor pribadi dan faktor stimulus seperti ukuran, warna, intensitas, kontras, proporsi, petunjuk penggunaan, dan lain-lain. Keterlibatan konsumen berkaitan dengan kepentingan yang dirasakan seseorang yang berkaitan dengan perolehan konsumsi, kegunaan barang dan jasa atau ide. Tipe kebutuhan konsumen ada dua yaitu situasional dan berlangsung terus menerus.

Summarized by A Nur Rahmah Kurnia Sari (Community Nutrition, Human Ecology Faculty, Bogor Agriculture University, Bogor, West Java, Indonesia)

Based On Ujang Sumarwan.2003. Perilaku Konsumen (Consumen Behavior : Theory and application Marketing) www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id



03 26th, 2011

BAB 6 PENGETAHUAN KONSUMEN (CHAPTER 6 CONSUMER KNOWLEDGE)

Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki oleh konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Pengetahuan konsumen merupakan output dari proses belajar konsumen tersebut. Dampak yang diinginkan dari iklan adalah meningkatnya pengetahuan produk konsumen melalui tingkat keterlibatan konsumen dengan produk dan atau proses pemilihan. Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki oleh konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa serta pengetahuan lainnya yang terkait dengan produk dan jasa tersebut dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen.

Menurut Women dan Minor, pengetahuan konsumen akan mempengaruhi keputusan pembelian. Ada tiga kategori pengetahuan konsumen menurut teori Women dan Minor yaitu pengetahuan obyektif, pengetahuan subyektif dan informasi mengenai pengetahuan lainnya. Engel, Blackwell dan Miniard membagi pengetahuan konsumen ke dalam tiga macam yaitu

1. Pengetahuan Produk mencakup pengetahuan tentang kategori produk, merek, terminologi produk, atribut atau fitur produk, harga produk, dan kepercayaan produk

2. Pengetahuan pembelian mencakup pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko, dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko.

3. Pengetahuan pemakaian yaitu pengetahuan konsumen mengenai manfaat produk.

Menurut Peter J. Paul dan Jerry C. Olson, keterlibatan mengacu pada persepsi konsumen tentang pentingnya suatu objek, kejadian atau aktivitas konsumen yang melihat bahwa produk yang memiliki konsekuensi relevan secara pribadi, terlibat dengan produk, dan memiliki hubungan dengan produk tersebut.

Manfaat yang dirasakan oleh konsumen terhadap suatu produk dapat dibagi menjadi tiga macam yaitu manfat psikososial yaitu aspek psikolgis dan sosial yang dirasakan konsumen metelah mengkonsumsi atau menggunakan produk, manfaat fungsional yaitu manfaat yang dirasakan konsumen secara fisiologis, dan manfaat positif dan negatif. Manfaat produk dapat dijadikan daar dari segmentasi produk yaitu konsumen dibagi berdasarkan manfaat yang diinginkan dari produk tersebut.

Resiko adalah konsekuiensi yang tidak diinginkan atau ingin dihindari oleh konsumen. Katagori persepsi resiko:

• Resiko fungsi yaitu produk yang telah dibeli tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

• Resiko keuangan yaitu kesulitan keuangan yang dialami konsumen.

• Resiko fisik yaitu dampak negatif yang dirasakan konsumen.

• Resiko psikologis yaitu perasaan, emosi, atau ego.

• Resiko sosial yaitu persepsi konsumen dari orang lain terhadap dirinya.

• Resiko waktu yaitu waktu sia-sia yang dihabiskan konsumen. Dan

• Resiko hilangnya kesempatan yaitu kehilangan kesempatan untuk melakukan hal lain karena mengkonsumsi atau membeli.

Pengetahuan pembelian

Pengetahuan Produk adalah kumpulan informasi mengenai produk, meliputi kategori produk, merek produk, produk, harga produk dan kepercayaan mengenai produk. Pengetahuan mengenai atribut tersebut akan mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Pengetahuan yang lebih banyak akan memudahkan konsumen dalam memilih produk yang akan dibelinya. Jenis Pengetahuan Produk antara lain

(1) Pengetahuan tentang karakteristik (atribut produk). Pengetahuan mengenai atribut tersebut akan mempengaruhi pengambilan keputusan konsumen. Pengetahuan yang lebih banyak akan memudahkan konsumen dalam memilih produk yang akan dibelinya.

(2) Pengetahuan tentang manfaat produk

(3) Pengetahuan tentang kepuasan yg diberikan produk kepada konsumen. Seorang Konsumen akan melihat suatu produk berdasarkan kepada karakteristik atau ciri atau atribut dari produk tersebut. Setiap konsumen mungkin memiliki kemampuan yang berbeda dalam menyebutkan karakteristik dari suatu produk., yang disebabkan oleh perbedaan pengetahuan yang dimiliki.

Konsumen cenderung lebih senang mengunjungi toko yang sudah dikenalnya untuk berbelanja, karena telah mengetahui dimana letak produk di dalam toko tersebut. Hal ini akan memudahkan konsumen untuk berbelanja karena konsumen bisa menghemat waktu dalam mencari lokasi produk Store contact meliputi tindakan mencari outlet, pergi ke outlet dan memasuki outlet. Product contact, konsumen akan mencari lokasi produk, mengambil produk tersebut dan membawanya ke kasir. Transaction, konsumen membayar produk dengan tunai, kartu kredit, kartu debet atau alat pembayaran lainnya. Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan. Agar suatu produk dapat memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yg tinggi, maka konsumen harus dapat menggunakan produk tersebut dengan benar. Ini merupakan kewajiban dari produsen untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk.

Summarized by A Nur Rahmah Kurnia Sari (Community Nutrition, Human Ecology Faculty, Bogor Agriculture University, Bogor, West Java, Indonesia)

Based On Ujang Sumarwan.2003. Perilaku Konsumen (Consumen Behavior : Theory and application Marketing) www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id